Langkah Demi Langkah Membuat Website Bisnis untuk UMKM Indonesia

Website bisnis membantu UMKM memiliki aset digital yang dapat dikontrol sendiri. Berbeda dengan akun marketplace atau media sosial, domain dan website dapat dibangun sebagai pusat informasi, katalog, kontak, dan transaksi bisnis.
1. Tentukan tujuan
Apakah website hanya company profile, katalog, lead generation, booking, atau toko online? Tujuan menentukan platform, fitur, dan budget.
2. Pilih nama domain
Gunakan nama yang singkat, mudah dieja, dan konsisten dengan brand. Pertimbangkan .COM atau .ID sesuai target pasar.
3. Pilih hosting
Untuk awal, shared hosting biasanya cukup untuk website UMKM. Prioritaskan SSL, backup, resource jelas, support, dan jalur upgrade.
4. Pilih platform
WordPress cocok untuk banyak kebutuhan karena ekosistemnya luas. Untuk toko online, WooCommerce dapat digunakan. Bisnis dengan workflow khusus mungkin memerlukan aplikasi custom.
5. Siapkan halaman wajib
Minimal:
- Beranda.
- Tentang Kami.
- Produk/Layanan.
- Kontak.
- Kebijakan privasi.
Untuk bisnis jasa, tambahkan portfolio dan testimoni. Untuk toko online, tambahkan informasi pengiriman, pembayaran, dan retur.
6. Optimasi SEO dasar
Gunakan title yang jelas, satu H1 per halaman, URL bersih, meta description, internal link, gambar terkompresi, dan structured data bila sesuai.
Daftarkan Google Search Console dan sitemap.
7. Pantau dan update
Website bukan proyek sekali jadi. Update produk, kontak, harga, artikel, plugin, dan keamanan secara berkala.
Kesimpulan
UMKM tidak perlu membuat website yang kompleks sejak awal. Mulai dari domain, hosting, dan halaman penting, lalu tambah fitur berdasarkan kebutuhan bisnis.
Untuk fondasinya, lihat Hosting UMKM ArdanHosting.


















Recent Comments